|
Tag
|
Ind1
|
Ind2
|
Isi
|
|
001
|
|
|
INLIS000000000071246
|
|
001
|
|
|
INLIS000000000071246
|
|
005
|
|
|
20240923080124
|
|
008
|
|
|
240923################|##########|#|##
|
|
022
|
#
|
#
|
$a NULL
|
|
024
|
#
|
#
|
$a NULL
|
|
035
|
#
|
#
|
$a 0010-0724000311
|
|
082
|
#
|
#
|
$a 547.2
|
|
084
|
#
|
#
|
$a RSKi 547.2 AND s 2023
|
|
100
|
#
|
#
|
$a Andriany Trisnaningtyas
|
|
245
|
1
|
#
|
$a Sintesis 4-Metil-7-((5-(Metiltio)-1,3,4-Oksadiazol-2-il)Metoksi)-2H-Kromen-2-on /$c Andriany Trisnaningtyas NRP 01211940000058 ; Pembimbing Arif Fadlan, S.Si., M.Si., D.Sc.
|
|
260
|
#
|
#
|
$a Surabaya :$b [s.n.],$c 2023
|
|
300
|
#
|
#
|
$a xi, 50 hal. : $b ilustrasi ; $c 29 cm.
|
|
500
|
#
|
#
|
$a Skripsi (S1) - Departemen Kimia - FSAD - ITS
|
|
504
|
#
|
#
|
$a Bibliografi : halaman 40-42
|
|
505
|
#
|
#
|
$a Efisiensi Pelindian, Hidrometalurgi, Lantanum Nitrat, Lanthanum doped Ceria (LDC), Pelindian, Leaching Efficiency, Hydrometalurgy, Lanthanum Nitrate, Leaching
|
|
520
|
#
|
#
|
$a Minyak bumi dan batu bara yang hingga saat ini masih menjadi sumber dari energi semakin memberikan dampak yang merugikan bagi lingkungan. Pemanfaatan energi alternatif, fuel cell, dengan pengolahan unsur logam tanah jarang (LTJ) dari sisa aktivitas pertambangan menjadi salah satu upaya menuju energi yang ramah bagi lingkungan (green energy). Unsur logam tanah jarang, salah satunya lantanum, memiliki kelimpahan yang cukup besar di alam, khususnya Indonesia. Dalam penelitian ini dilakukan recovery dalam bentuk senyawa nitrat sebagai prekursor fabrikasi elektrolit LDC (Lanthanum doped Ceria) melalui tahapan pelindian yang terdiri atas pelarutan, optimasi variabel, dan kristalisasi. Penelitian terkait pelindian unsur LTJ lantanum (La) pada beberapa tahun terakhir menunjukkan faktor-faktor yang paling signifikan mempengaruhi efisiensi pelindian unsur lantanum adalah rasio S/L, suhu pemanasan saat pelindian, dan konsentrasi asam (leachant). Efisiensi pelindian paling optimum dicapai sebesar 83% dengan asam nitrat 4.1 M, suhu pelindian 80 oC, dan rasio S/L sebesar 1/12 g/mL dari bahan baku fosfat. Sifat senyawa oksalat yang lebih mudah terlarut dibandingkan fosfat menjadi perlu untuk diteliti pengaruh variasi suhu dan rasio S/L sehingga diketahui kondisi optimum dalam proses recovery unsur lantanum dari lantanum oksalat. Pelindian menggunakan asam nitrat sebagai leachant berfungsi untuk melarutkan sekaligus memisahkan unsur lantanum dari material residu bahan baku lantanum oksalat. Efisiensi pelindian lantanum yang didapatkan mencapai 72.86%. Padatan lantanum nitrat heksahidrat memiliki stuktur semi-kristalin dengan titik leleh sekitar 90.67-212.8 oC. Kandungan lantanum dalam bentuk lantanum oksida (La2O3) dari kristal hasil recovery sebesar 96.48% dengan massa produk kristal mencapai 2.8 gram. Kondisi maksimum dari pelindian lantanum oksalat adalah pada suhu 80°C dalam leachant asam nitrat 4.1 M dengan rasio S/L sebesar 1/15 g/mL. Pengaplikasian lantanum nitrat hasil recovery dalam sintesis LDC dengan metode sol-gel menunjukkan kristal LDC dengan fasa tunggal (CeO2). Lantanum (La3+) sebagai doping pada LDC memberikan struktur kristal dengan konduktivitas tinggi dan kestabilan termal yang baik sebagai material elektrolit SOFC (Solid Oxide Fuel Cell).
|
|
650
|
#
|
4
|
$a Organic compounds--Synthesis
|
|
856
|
#
|
#
|
$a http://repository.its.ac.id/104446/
|
|
990
|
#
|
#
|
$a 3100024000920
|