03107 2200253 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059082000900098084002400107100002900131245020100160260003000361300003500391500005700426650002700483650002500510504002900535505019100564520203900755856004102794990001802835INLIS00000000008055420260102110223 a0010-0126000018ta260102 | | |  a0005 aRTE 0005 DIC d 20250 aDicky Ihza Permana Putra1 aDesain software-defined modem akustik hemat biaya untuk sistem komunikasi bawah air /cDicky Ihza Permana Putra NRP 6022231033; Pembimbing Dr. Ir. Wirawan, DEA.; Dr. Ir. Endang Widjiati, M.Eng.Sc. aSurabaya :b[s.n.],c2025 axix, 71 hlm. :bilus ;c29 cm. aTesis (S2) - Departemen Teknik Elektro - FTEIC - ITS 4aRadio wave propagation 4aUnderwater acoustics aBibliografi : hlm. 57-58 aAkustik Bawah Air, Hemat Biaya ,Modem Akustik, Software Defined Modem, Pergeseran Frekuensi. Underwater Acoustics, Cost-Effective, Acoustic Modem, Software-Defined Modem, Frequency Shift aKomunikasi bawah air penting untuk berbagai aplikasi, termasuk navigasi maritim dan eksplorasi laut. Dalam proses navigasi dan eksplorasi laut tentu akan berhubungan dengan banyak perangkat yang diperlukan untuk memperoleh data di dalam laut. Salah satu metode komunikasi bawah air yang paling handal digunakan adalah komunikasi akustik. Penggunaan sinyal akustik ditujukan untuk mengatasi permasalahan komunikasi bawah air yang memiliki banyak tantangan. Diantaranya besarnya redaman, noise, dan multipath yang ditimbulkan lingkungan bawah air. Salah satu penerapannya adalah dengan memanfaatkannya pada modem akustik untuk sistem komunikasi bawah air. Modem akan berperan sebagai media pengiriman data-data yang di eksplorasi di bawah air lalu ditransmisikan kepada modem lainnya. Maka diperlukan modem akustik fleksibel yang dapat mengakomodasi kebutuhan komunikasi bawah air. Pada penelitian akan dibuat desain modem berbasis perangkat lunak atau software defined modem. Dengan memanfaatkan arsitektur yang dapat diprogram sesuai kebutuhan spesifik aplikasi. Hal ini juga memberikan keuntungan dalam hal biaya dan efisiensi. Karena perangkat keras yang digunakan memiliki harga yang relatif lebih murah dibanding dengan modem akustik produk fabrikasi. Penelitian ini diharapkan menghasilkan modem yang dapat dieksplorasi dan dikembangkan lanjut dengan melakukan pembaruan pada perangkat lunaknya. Pengukuran kinerja modem dilaksanakan di kolam towing tank laboratorium Badan Riset dan Inovasi Nasional. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rancangan software-defined acoustics modem masih belum bekerja secara optimal dalam menghadapi tantangan komunikasi bawah air menggunakan modulasi QPSK. Hal ini terlihat dari rata-rata nilai BER antara 0,4 hingga 0,5 pada pengujian di kolam towing tank. Namun memiliki hasil yang lebih baik saat diuji di kolam luar BRIN dengan nilai BER 0,2 bahkan bernilai 0 di jarak tertentu.. Tantangan utama yang masih dihadapi adalah kondisi lingkungan bawah air dan keterbatasan perangkat yang digunakan ahttps://repository.its.ac.id/120311/ a3100026000005