03297 2200265 4500001002100000005001500021035002000036001002100056007000300077008003900080082000900119084002500128100002400153245021200177260003000389300003800419500005200457650002000509650002500529504002900554505009900583520229000682856004102972990001803013INLIS00000000008055920260102022207 a0010-0126000023INLIS000000000080559ta260102 | | |  a0003 aRSAk 0003 JIH a 20250 aJihan Ariqah Anisti1 aAnalisis efek spillover antara cryptocurrency dan indeks saham Asia: perhitungan risiko dengan pendekatan Egarch-Evt-Copula /cJihan Ariqah Anisti NRP 5006211093; Pembimbing Moch. Taufik Hakiki, S. Si, M. Si aSurabaya :b[s.n.],c2025 axviii, 133 hlm. :bilus ;c29 cm. aSkripsi (S1) - Departemen Aktuaria - FSAD - ITS 4aRisk management 4aFinancial management aBibliografi : hlm. 75-78 aCopula, Cryptocurrency, EGARCH, EVT, Spillover, Copula, Cryptocurrency, EGARCH, EVT, Spillover aPerkembangan cryptocurrency sebagai aset digital telah membawa dampak signifikan terhadap pasar keuangan global, termasuk pasar saham di Asia. Fenomena spillover antara cryptocurrency dan indeks saham menjadi topik yang semakin relevan dalam konteks manajemen risiko keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek spillover antara return cryptocurrency, khususnya Bitcoin dan Ethereum, dengan indeks saham Asia seperti Jakarta Composite Stock Exchange (JKSE) dan Nikkei 225 selama periode Januari 2017 hingga Desember 2024. Metodologi yang digunakan menggabungkan model Exponential Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (EGARCH), Extreme Value Theory (EVT), dan Copula. Model EGARCH digunakan untuk mengestimasi volatilitas log-return dengan mempertimbangkan efek asimetris. EVT diterapkan pada residual untuk menangkap risiko ekstrem, sementara pendekatan Copula digunakan untuk memodelkan ketergantungan antara distribusi marjinal secara lebih fleksibel, khususnya pada kondisi ekstrem. Selanjutnya, simulasi Monte Carlo digunakan untuk menghitung nilai Value at Risk (VaR) dan Conditional Value at Risk (CVaR), serta Spillover Index Diebold-Yilmaz untuk mengukur transmisi risiko antar pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas return pada cryptocurrency dan indeks saham bersifat asimetris, dengan efek leverage yang signifikan di seluruh aset. Model EGARCH yang digunakan menunjukkan variasi struktur terbaik antar aset sesuai karakteristik masing-masing. Distribusi GPD–Normal–GPD berhasil menangkap risiko ekstrem, dengan hasil bahwa Bitcoin dan Ethereum memiliki ekor distribusi yang lebih berat dibandingkan indeks saham, menandakan risiko ekstrem yang lebih tinggi. Pendekatan copula mengungkap adanya ketergantungan ekstrem, khususnya di ekor bawah, pada sebagian besar pasangan aset, terutama antara cryptocurrency dan indeks saham. Nilai Value at Risk (VaR) dan Conditional Value at Risk (CVaR) yang lebih ekstrem muncul pada pasangan dengan ketergantungan tail bawah yang kuat. Selain itu, analisis spillover menunjukkan adanya transmisi risiko moderat antar pasar, dengan Bitcoin dan Ethereum sebagai kontributor utama terhadap volatilitas pasar global, sementara JKSE dan Nikkei cenderung berperan sebagai penerima risiko ahttps://repository.its.ac.id/121478/ a3100026000003